selamat datang di blog kaisersblog.com semoga kalian senang dengan blog saya.

Tuesday, March 31, 2020

ACMobil Tidak Dingin? Ketahui Beberap Penyebabnya!

Memiliki mobil dengan AC yang dingin tentu merupakan hal yang menyenangkan. AC yang dingin akan membuat ruang di dalam mobil terasa nyaman dan sejuk. Perjalanan panjang Anda pun tentu akan terasa lebih menyenangkan. Namun, bagaimana jadinya jika ternyata ada masalah AC mobil tidak dingin yang terjadi?

Tentu, Anda pasti akan terganggu dan merasa kurang nyaman. AC yang tidak bekerja secara optimal akan membuat hawa di dalam kabin mobil tidak memadai dan bisa dipastikan kenyamanan perjalanan Anda pun akan terganggu.

AC Mobil Tidak Dingin Ketahui Beberapa Penyebabnya

Nah, untuk mengantisipasi masalah AC mobil yang tidak dingin tersebut, Anda perlu mengetahui penyebab dari masalah ini. Dengan mengetahui beberapa penyebab dari masalah ini, tentu Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Beberapa Penyebab Masalah AC Mobil Tidak Dingin
Berbincang tentang masalah AC mobil tidak dingin, ada beberapa penyebab umum dari masalah ini yang harus diketahui dengan baik. Adapun beberapa penyebab dari masalah AC mobil yang tidak terasa dingin adalah sebagai berikut :

1)  Evaporator kotor
Evaporator adalah komponen yang cukup penting pada AC mobil karena merupakan area sirkulasi udara. Oleh karenanya, bisa dikatakan bahwa kinerja AC mobil Anda cukup dipengaruhi dengan kondisi dari evaporator tersebut. Nah, AC yang tidak dingin kemungkinan disebabkan oleh evaporator yang kotor.

Debu memang menjadi musuh utama dari komponen ini. Saat evaporator berdebu, maka sirkulasi tidak akan maksimal sehingga kinerja AC mobil akan menurun. Oleh karenanya, cek kondisi evaporator dan pastikan jika komponen ini terjaga kebersihannya.

2) Kondensor kotor
Selain evaporator yang kotor, penyebab AC mobil bekerja dengan tidak optimal adalah kondensor yang kotor. Kondensor adalah komponen dari AC mobil yang berada di dekat radiator. Nah, kondensor ini berguna untuk menjaga suhu AC agar tetap stabil sehingga AC bisa bekerja dengan optimal.

Namun, seringkali, kondensor tidak bekerja dengan optimal karena banyaknya debu yang menempel. Akibat kondensor yang kotor, suhu AC akan meningkat dan tentu saja AC tidak bisa bekerja dengan optimal sebagaimana sebelumnya.

3) Masalah pada fan belt
Hal lain yang menjadi sebab dari masalah AC mobil tidak dingin adalah kondisi fan belt yang rusak. Fan belt adalah komponen yang menyalurkan putaran mesin menuju ke kompresor. Jika fan belt tidak bekerja secara optimal, tentu saja putaran ke kompresor menjadi berkurang. Akibatnya, AC mobil tidak bekerja secara optimal dan suhu AC tidak akan dingin.

Beberapa poin di atas adalah sebab-sebab yang menjadi biang dari masalah AC yang tidak dingin. Nah, lakukan pencegahan dengan melakukan cek pada komponen AC yang rawan rusak. Jika AC mobil Anda bermasalah, segera lakukan service AC mobil ke bengkel yang terpercaya sebelum masalah semakin parah.

Deskripsi: service AC mobil adalah solusi yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi AC mobil tetap baik. Lakukan service dengan segera jika tanda kerusakan AC mulai tampak.
Share:

Monday, March 16, 2020

Apa Itu Investasi dan Apa Saja Keuntungannya?


Saat berinvestasi Anda harus mengeluarkan sejumlah uang atau sumber daya lainnya. Adapun tujuan investasi yaitu agar mendapat manfaat di masa depan. Contoh kecil dari investasi adalah menempuh pendidikan perguruan tinggi.

Menempuh perguruan tinggi berarti Anda menginvestasikan waktu Anda (sumber daya) dengan harapan mendapatkan gelar dan pekerjaan yang baik setelah lulus (manfaat masa depan).

Lalu apa itu Investasi? Dalam arti ekonomi, investasi adalah menciptakan kekayaan di masa depan dengan cara membeli suatu barang. Di bidang keuangan, investasi adalah mendapatkan penghasilan di masa depan dengan cara membeli aset moneter.

Dan untuk mendapat keuntungan nantinya akan dijual dengan harga lebih tinggi. Sementara itu, potensi akan menerima lebih banyak uang adalah alasan mengapa orang berlomba-lomba untuk investasi.


Bagaimana Investasi Menghasilkan Uang?
Sebagian besar investasi menghasilkan uang melalui apresiasi, pembayaran bunga atau dividen. Apresiasi berarti bahwa nilai suatu aset telah meningkat. Jika Anda membeli barang koleksi seharga $ 100 dan lima tahun kemudian bernilai $ 500, maka barang koleksi dihargai nilainya. Begitu pula dengan saham.

Saham yang diterbitkan oleh suatu perusahaan dapat meningkat nilainya selama beberapa tahun. Mungkin Anda telah membayar bunga atas pinjaman yang Anda ambil, baik itu pinjaman mahasiswa atau hipotek. Pembayaran bunga yang Anda bayar kepada pemberi pinjaman adalah bagaimana pemberi pinjaman memperoleh uang dari pinjaman itu (investasi).

Salah satu jenis jenis investasi yang menerapkan pembayaran bunga kepada investor adalah obligasi. Ketika Anda membeli obligasi, Anda meminjamkan uang kepada perusahaan atau pemerintah. Kemudian perusahaan atau pemerintah akan membayar pinjaman beserta bunganya. Dividen juga menerapkan pembayaran kepada investor, tetapi dilakukan oleh perusahaan yang saham atau ekuitasnya Anda miliki.

Perusahaan publik mengeluarkan saham untuk mengumpulkan uang dalam rangka kegiatan bisnis dan membiarkan investor membeli saham ini. Jika Anda memiliki saham di perusahaan, perusahaan dapat mengeluarkan pembayaran berupa dividen sebagai keuntungan yang didapat oleh perusahaan.

Resiko Berinvestasi
Meskipun berinvestasi dapat menghasilkan uang bukan berarti investasi tidak beresiko. Risiko terbesar dengan berinvestasi adalah :

1.   Anda dapat kehilangan uang yang Anda investasikan
     Tidak seperti tabungan atau giro yang nilainya dijamin oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), investasi tidak memiliki jaminan semacam itu.

2.   Emosi Anda sendiri
Banyak investasi yang fluktuatif dalam jangka pendek, artinya nilai investasi mungkin banyak berfluktuasi selama satu hingga lima tahun. Selama resesi ekonomi, nilai investasi dapat turun secara drastis. Hal ini dapat menyebabkan berhenti investasi karena rasa takut atau panik.

Maka tak jarang para investor lebih memilih menjual saham saat harga jatuh terlalu rendah demi kenyamanan mereka.

Tentu saja terlalu banyak investor justru memperburuk keadaan. Jika semua orang berinvestasi maka tidak ada yang mengonsumsi. Jika tidak ada yang mengonsumsi, bisnis yang berorientasi konsumen seperti restoran dan perusahaan ritel akan menderita. Situasi seperti ini dapat menyebabkan PHK. Maka kuncinya adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara investasi dan konsumsi.
Share: